Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Kecamatan Tigaraksa, melaksanakan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Suhayati (55), warga Kampung Kedongdong RT 005 RW 003, Desa Pasir Nangka. Renovasi dilakukan dengan memperbaiki atap dan struktur bangunan rumah yang sudah rusak.
Suhayati mengaku bersyukur karena rumah yang dibangunnya pada tahun 1987 itu dipilih dalam program bedah RTLH. Ia juga menambahkan, kondisi rumah yang nyaris roboh itu sudah terjadi kurang lebih selama tiga tahun.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada semua yang sudah membantu saya sangat berterimakasih,” ujarnya.
Suhayati sendiri memiliki empat orang anak, suaminya meninggal dunia karena sakit, dan kini hanya tinggal dengan tiga orang anaknya yang masih bersekolah serta menimba ilmu di pesantren salafi.
“Saya hanya tinggal bersama tiga anak saya, anak pertama sudah berkeluarga, kebutuhan sehari-hari pun sulit,” ucapnya.
Sementara Camat Tigaraksa Rahyuni menuturkan, pada program bedah rumah tersebut, total bantuan yang diberikan sebesar Rp 80 juta rupiah. Peruntukannya, guna material dan pengeboran air bersih dengan target pengerjaan selama satu bulan.
“Ada 55 RTLH yang akan dibedah di tahun 2020, rumah ini salah satunya. Kita renovasi bangunannya sampai menjadi rumah layak huni,” jelasnya.
Ia melanjutkan, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh pihak kecamatan sejak 2019 lalu, di wilayah Tigaraksa terdapat 680 RTLH. Paling banyak ditemukan di kampung Tegal Sari, Desa Pete. Meski begitu, sekarang sebanyak 55 rumah sudah layak huni setelah diikutsertakan dalam program bedah rumah.
“Tentu ini tidak mudah untuk kita selesaikan harus dari semua aspek. Dari Kabupaten Tangerang sendiri setiap tahun, dari Dinas Perkim itu ada 50 rumah yang harus dibedah tapi itupun hanya yang berada di kawasan,” bebernya.
Oleh karenanya, dirinya berharap, program bedah rumah itu bukan hanya dilaksanakan oleh Dinas dan Kecamatan, ke depannya bisa dilakukan oleh seluruh desa dan kelurahan minimal satu desa satu rumah dan dua rumah satu kelurahan.
“Namun sekarang sedang terkendala virus corona atau Covid-19, anggaran memang harus ada rasionalisasi sebesar 50 persen. Dana yang tadinya direncanakan untuk bedah rumah dipakai buat BLT,” ungkapnya.
Kendati demikian, dia sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang perihal masih banyaknya RTLH di perkampungan-perkampungan Tigaraksa.
Selain itu, pada 14 Oktober nanti dirinya juga akan menggelar Rapat Koordinasi (RK) dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang perihal menganggarkan program bedah rumah minimal satu desa lima rumah.(net/muh)















