Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang di bawah komando Nana Sukmana Kusuma selaku Kepala Pelaksana Harian dan sekretarisnya Maftuhi sudah mempunyai cara efektif untuk mengoptimalkan penanganan bencana dan meminimalisasi dampak bencana. Mulai dari penyediaan sarana prasarana yang cukup, pendekatan akses kepada masyarakat, serta menerapkan sistem komunikasi dan informasi tentang kebencanaan yang terintegrasi. Selain itu, BPBD Kabupaten Serang juga sudah melakukan kegiatan pelatihan manajemen organisasi Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) yang melibatkan masyarakat di 15 kecamatan.
Tidak hanya itu, BPBD juga sudah menbentuk Desa Tanggap dan Tangguh Bencana di beberapa desa dimana masyarakatnya sudah memahami yang harus dilakukan saat terjadi bencana. “Peran masyarakat dalam menanggulangi bencana sangat besar. Untuk itu, dalam menangani bencana kita senantiasa melibatkan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi di daerahnya masing-masing,” tutur Nana.
Ada penanganan kebencanaan yang menjadi fokus BPBD, yakni penanggulangan bencana dan kedaruratan, serta penyelamatan kebakaran dan non kebakaran. Kemudian, penataan sistem dasar kebencanaan, termasuk bagaimana mengantisipasi terjadinya bencana dan memberikan pertolongan pertama saat bencana.
BPBD melakukan simulasi tanggap bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di halaman Kantor BPBD Kabupaten Serang, Jalan Kitapa, Tamansari, Kota Serang. Kegiatan simulasi dimulai pukul 10.00 WIB, diawali adegan bunyi ledakan dari petasan dibarengi suara sirine.
Kemudian semua personil BPBD bergegas menuju lapangan untuk mendengarkan komando dan arahan dari Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma.
Lalu Nana menginformasikan jika telah terjadi bencana tsunami di wilayah Kabupaten Serang dan meminta semua personil bergerak. Setelah komando diberikan, semua personil langsung melakukan tugasnya sesuai tupoksi masing-masing. Seperti personil Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) melakukan monitoring di lapangan mengendalikan operasi.
Kemudian personil bagian Data dan Informasi (Datin) bertugas mencari data, lalu Personil Media Center melakukan pencarian data, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan pencarian korban. Terakhir melakukan penghitungan cepat secara setentak oleh seluruh personil BPBD. Nana menjelaskan jika Hari Kesiapsiagaan Bencana sudah ditentukan oleh pusat menjadi hari pelatihan dan hari peringatan bagi personil BPBd dan semua lapisan masyarakat. Tujuannya untuk membiasakan diri menghadapi kebencanaan. “Jadi kita begitu ada bencana sudah siap siaga,” jelas Nana. (Adv)















