SERANG – Levintar Nababan mahasiswa Program Studi manajemen semester VIII Universitas Bina Bangsa (Uniba), yang meninggal dunia disebabkan gantung diri belum terdaftar sebagai mahasiswa yang mengajukan skripsi. Hal tersebut disampaikan Budi Ilham Maliki, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uniba.
Budi menyampaikan bahwa Levintar Nababan mahasiswa aktif Uniba dan sudah memasuki semester VIII. Namun yang bersangkutan belum mendaftarkan diri untuk penyusunan skripsi. “Levintar Nababan baru selesai mengisi kartu rencana studi (KRS), sedangkan yang bersangkutan belum memiliki kartu studi tetap (KST),”ujarnya.
Ia mengaku, berdasarkan arahan Rektor Uniba, pihaknya bersama dengan Kepala Biro Kemahasiswan melakukan takziah ke rumah Levintar Nababan untuk mengucapkan bela sungkawa, karena Levintar Nababan merupakan bagian dari keluarga besar Uniba. “Setelahnya mendengarkan kabar mahasiswa kami Levintar Nababan meninggal, Pak Rektor langsung memerintahkan saya bersama dengan Muhamad Sholeh Kabiro Kemahasiswaan Uniba untuk mendatangi rumah duka untuk mengucapkan duka cita,” kata Budi, Rabu (27/5/2020).
Dalam kesempatan itu juga Budi menyampaikan, turut berduka cita atas meninggalnya Levintar Nababan. Semoga mendiang diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan menerima dengan tabah.
Tempat terpisah, Rektor Uniba Furtasan Ali Yusuf menyatakan hal serupa, yaitu Levintar Nababan merupakan mahasiswa semester VIII Uniba angkatan 2016. “Seharusnya yang bersangkutan sedang mengerjakan skripsi, namun berdasarkan data dari Jurusan Manajemen mahasiswa atas nama Levintar Nababan belum mendaftar dan mengajukan judul untuk bimbingan skripsi,” ucapnya.
Rektor Uniba menjelaskan, bahwa Levintar Nababan baru mengisi KRS dan belum melakukan validasi dari KRS ke KST. Artinya yang bersangkutan tidak sedang mengerjakan skripsi dan belum melakukan registrasi semester VIII.
“Jadi belum mendapatkan dosen pembimbing untuk membantu dalam penyusunan skripsi,” tuturnya Furtasan.
Dalam kesempatan itu, rektor uniba membantah jika Levintar Nababan meninggal karena tertekan saat menyusun skripsi karena yang bersangkutan belum mengajukan judul skripsi.
“Kami atas nama civitas akademika Uniba turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya mahasiswa kami, semoga mendapatkan ampunan dari Tuhan YME,” Pungkasnya Furtasan. (Dhan)















