SERANG – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kembali mengalami erupsi, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang bersiaga. Mereka pun terus meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukamana Kusuma mengatakan, koordinasi dengan dua lembaga tersebut sangat penting. Untuk mengetahui perkembangan GAK, agar pihaknya bisa melakukan evakuasi kepada warga Kabupaten Serang yang berada di sana.
BPBD Kabupaten Serang pun menggelar pertemuan dengan BMKG dan petugsa Pos Pengamatan GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka sebagai tindak lanjuta dari erupsinya GAK yang terjadi sejak Kamis (7/2/2022).
“Terkait informasi kebencanaan dalam hal ini GAK harus kita miliki bareng-bareng. Saya berharap ketika akan terjadi ledakan yang lebih besar informasi itu bisa cepat kita terima dan masyarakat sehingga kami dan masyarakat bisa melakukan tindakan antisipasi,” ujar Nana, Minggu (6/2/2022).
Ia menjelaskan, pihak BPBD sifatnya hanya menerima informasi dari BMKG karena BPBD tugasnya melakukan koordinasi dalam menghadapi kebencanaan. “Erupsi GAK kan kaitannya dengan masalah tsunami, gempa bumi dan antisipasinya sudah kita lakukan secara maksimal,” terangnya.
Dia menuturkan, warga di sekitar Anyer-Cinangka sebenarnya sudah bisa melakukan antisipasi bilamana terjadi bencana yang disebabkan dari erupsi GAK karena pihak BPBD Kabupaten Serang sudah memberikan edukasi, melakukan kontogensi, membuat jalur evakausi, memberikan pemahaman, serta penguatan bagaimana mengantisipasi bencana kepada masyarakat.(muh)















