TANGERANG – Derby Tanah Jawara antara Persita Tangerang dengan Perserang Serang berakhir tanpa pemenang. Kepastian ini didapat, usai pertandingan kedua tim berlangsung imbang 1-1, di Stadion Utama Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/7/2019).
Jalannya laga antara Persita dengan Perserang berlangsung sedikit kurang menarik di awal. Keduanya terlihat tampil berhati-hati. Tapi, dari sisi penguasaan bola, tuan rumah cukup mendominasi.
Bahkan dimenit tujuh punya peluang untuk mencetak gol melalui Ade Jantra. Namun, bola hasil sepakannya masih mampu diantisipasi penjaga gawang tim tamu, Tb Safrudin.
Begitupun peluang yang didapat Sirvi Arvani dimenit 28. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Laskar Singandaru (julukan Perserang) bermain lebih ngotot dan agresif. Mereka coba menekan Pendekar Cisadane (julukan Persita).
Serangan sporadis yang dilancarkan anak asuh Jaya Hartono membuahkan hasil maksimal. Pada menit 67, Hari Habrian membuat La Viola (julukan suporter Persita) membisu usai mencetak gol melalui titik putih.
Mimpi buruk Si Ungu (julukan lain Persita) dimulai saat Asep Budi menjatuhkan salah satu pemain Perserang di kotak penalti. Wasit Jawa Barat, Ginanjar Rahman Latief menghadiahkan penalti yang lantas dieksekusi oleh Hari Habrian, yang musim lalu membela Pendekar Cisadane.
Beruntung, delapan menit kemudian tuan rumah mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari serangan yang dibangun dengan baik dan umpan yang baik pula, Sirvi Arvani bisa menembus gawang Si Biru Langit (julukan lain Perserang).
Dikejar waktu, Persita mencoba melesatkan beberapa kali peluang. Namun sayang, tak satu pun yang membuahkan hasil. Satu kesempatan emas di menit terakhir injury time melalui Sirvi juga gagal membuahkan gol.
Usai duel, Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro mengaku hasil ini memang di luar ekspektasinya. “Pertandingan tadi memang di luar ekspektasi kami. Di mana menargetkan poin penuh ya, tapi hasil berbicara lain. Namun kami tetap berterima kasih atas kerja kerasnya dari semua pemain. Untuk next, enggak ada lagi cerita draw, poin penuh kandang harus bisa dimaksimalkan. Soalnya untuk bisa mengubah posisi klasemen,” paparnya.
Hasil seri di kandang sendiri itu tentu dijadikan evaluasi olehnya dan jajaran pelatih. “Ya tentu kami mengevaluasi dari keseluruhan. Kami juga ada statistiknya, ada rekaman video juga. Jadi mana yang perlu kita perbaiki, nanti kami akan ulas,” ucapnya.
Sementara Pelatih Perserang, Jaya Hartono senang dengan keberhasilan Sumarna Cs mencuri poin di kandang lawan. “Idealnya seperti itu. Minimal mampu mencuri angka di markas musuh. Di bentrok selanjutnya, bidikan kami tetap sama,” bebernya.(muh)













