SERANG – Cuaca ekstrem disertai hujan lebat yang melanda Kabupaten Serang dalam beberapa hari terakhir, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan himbauan.
Di mana masyarakat diminta untuk terus waspada, takut sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Lalu, warga diharapan melakukan kegiatan gotong royong untuk melakukan perawatan terhadap selokan maupun gorong-gorong agar tidak ada sampah menumpuk yang bisa mengakibatkan banjir.
“Keadaan alam tidak ada yang tau, tidak ada yang bisa prediksi. Apalagi, cuaca ekstrem. Yang jelas, kami sudah merilis bahwa musim penghujan dengan cuaca ekstream di Kabupaten Serang terjadi pada bulan Februari sampai Maret. Jadi masyarakat harus hati-hati,” terangnya Ketua harian Crisis Centre BPBD Kabupaten Serang, Jhonny E, Jumat (6/3/2020).
“Saya pun meminta gotong royong, karena sampah bisa menyumpat aliran pembuangan air. Makanya, kita sama-sama lah menjaga lingkungan,” tambahnya.
Sedangkan Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Arif Rifqi.R membeberkan, pemetaan wilayah yang memiliki potensi terjadinya longsor di Kabupaten Serang meliputi Mancak, Bojonegara, Pulo Ampel, Pabuaran, dan Padarincang.
“Daerah tersebut juga masuk ke dalam kategori berpotensi rawan terjadi bencana longsor. Soalnya memiliki kontur tanah yang miring, sehingga kami akan terus melakukan pemantauan di wilayah itu,” terangnya.
Sedangkan yang berpotensi banjir diantaranya Cikande, Binuang, Carenang, Tirtayasa, Pontang, dan Tanara.
Pihaknya terus melakukan pemantauan, mengingat wilayah yang disebutkan berada di aliran sungai Ciujung dan sungai Cidurian.(net)














