SERANG – Jelang pelaksanaan babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON), tim taekwondo Banten masih banyak kelemahan. Hal itu disampaikan pelatih kepala Pino Indra Perdana.
Kata dia, kelemahan yang dimaksud adalah fisik dan otot. Hal tersebut terlihat jelas saat atlet Banten yang tergabung di Pelatda Pra PON turun di ajang 6 th Banten Open Taekwondo Championship, yang dilaksanakan akhir pekan lalu di Kabupaten Tangerang.
“Atlet kita gampang capek. Dari tiga babak, hanya sangguh meladeni permainan lawan di dua ronde saja. Setelahnya keteteran dan otot kaki pun mulai melemah. Mungkin karena latihan itensif baru satu bulan,” papar Pino, Kamis (28/3/2019).
Meski demikian, mantan pelatih taekwondo Jawa Barat menegaskan, dua faktor tersebut harus segera dibenahi bila Banten ingin berbicara banyak pada Pra PON nanti. Apalagi, target yang dibebankan KONI Banten kepada Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten cukup berat. Harus lolos minimal tiga besar di Pra PON, baru boleh dikirim ke PON XX/2020 di Papua.
“Tidak bisa dapat tiket kalau masih seperti sekarang. Harus diperbaiki fisik dan otot atlet. Saya yakin kok, Banten pasti bisa karena atlet memiliki dasar yang lumayan menjanjikan,” terangnya.
Setelah daya tahan fisik dan otot mencukupi, lanjutnya, teknik bertanding yang akan diasah. Pria yang pernah melatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) ingin melangsungkan try-in ataupun try-out ke beberapa daerah.
“Nanti akan mulai ikut-ikut pertandingan-pertandingan. Banten Open kan yang pertama diikuti oleh skuat pelatda. Semoga nantinya unjuk gigi di kejuaraan lainnya, untuk melihat kembali sampai sejauh mana progres perkembangan atlet,” jelasnya.
Lalu ia menambahkan, sudah mengantongi 14 nama dari 44 atlet taekwondo Banten yang masuk di Pelatda Pra PON. “Tapi nanti saja diumumkannya. Tidak sekarang,” bebernya.
Sementara Sekretaris Umum Pengprov TI Banten, Fiva Zabreno mengungkapkan, terhitung sejak April mendatang, pihaknya akan mulai menggelar road show ke beberapa daerah untuk menambah jam terbang atlet. Salah satunya melalui keikutsertaan di beberapa perlombaan.
“Sudah kami agendakan road show di Pulau Jawa, semata-mata untuk menambah jam terbang, teknik bertanding, hingga mental atlet Banten,” pungkasnya.(muh)











