Wolverhampton – Manchester United gagal melangkah lebih jauh di ajang Piala FA. The Reds Devils tersingkir di fase perempafinal, setelah tumbang 1-2 di tangan Wolverhampton Wanderers.
Molineux Stadium, Minggu (17/3/2019) dinihari WIB, jadi saksi tersingkirnya Paul Pogba dkk dari Piala FA. Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, Setan Merah kebobolan dua kali di babak kedua dan tersingkir.
Kedua gol Wolves tercipta hanya dalam selang waktu enam menit. Yang pertama dibuat Raul Jimenez pada menit 70 dan digandakan Diogo Jota. Iblis Merah baru bisa mencetak gol balasan di menit terakhir periode injury time melalui Marcus Rashford.
Buat tim tamu, adalah kekalahan beruntun kedua yang dialami. Pekan lalu di ajang Premier League, skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer tumbang oleh Arsenal dengan skor 0-2.
Menurut catatan, terakhir kali merasakannya adalah ketika masih ditangani Jose Mourinho pada Desember 2018.
Mundur sedikit ke belakang, merupakan hasil memalukan ketiga dalam satu bulan terakhir. Di medio Maret, tumbang 0-2 di kandang saat menjamu Paris Saint Germain di Liga Champions, meski bisa dibalas karena menang 3-1 di Prancis.
Padahal, dua bulan pertama jadi bos di Old Trafford, pelatih asal Norwegia tidak terkalahkan.
The Wanderers ternyata memang menjadi momok bagi Solskjaer. Sebelum kalah pada laga tersebut, Cardiff City pimpinan dirinya juga sempat kalah di Divisi Championship 2014 dengan skor 0-1.
Ini juga menjadi pertama kalinya MU dihantam oleh Serigala di ajang Piala FA sejak 1973, pun gugur di fase perempatfinal oleh lawan yang sama.
Wolverhampton sendiri menjadi skuat ketiga yang lolos ke semifinal Piala FA 2018-2019. Dua klub lain yang sudah memesan tiket di fase empat besar adalah Manchester City dan Watford.
Solskjaer mengungkapkan bahwa para pemainnya bermain dengan tempo terlalu pelan. Lalu juga kerap kehilangan bola akibat buruk dalam menyelesaikan serangan.
“Kami memulai terlalu lambat dan bermain sesuai keinginan mereka. Penguasaan bola kita tak cukup bagus dan cepat, jadi mengecewakan,” keluhnya.
“Saya juga bepikir pemain tak punya cukup kualitas di sepertiga akhir, atau kombinasi permainan yang cukup. Kami punya dominasi yang cukup oke dengan bola di babak pertama, hanya saja tidak membantu kalau terus kehilangan bola dan lawan bisa menyerang balik. Sebuah langkah mundur,” tambahnya.(detik.com)









