SERANG|GO.co.id – Harga telur ayam di Pasar Induk Tau (PIR) terus alami kenaikan, Pasokan telur yang mengalami pengurangan disebabkan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Akibatnya harga telur per harinya mengalami kenaikan.
“Setiap harinya naik 1000 rupiah, sekarang sudah 30.000 per kilogram. Kenaikannya karena dolar naik,” kata Husen disela-sela melayani konsumen, Jum’at (20/7/2018).
Kenaikan tersebut lanjut Husen berdampak pada mengurangnya omset yang yang didapat. Hal itu dilihat dari berkurangnya pembeli tiap harinya.
“Kenaikan ini berdampak pada konsumen, omsetnya menurun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Husen memaparkan, harga telur ditahan sekarang paling tinggi diantara tahun-tahun sebelumnya.
“Ini paling tinggi ini, biasanya paling mentok di angka 26 ribu,” paparnya.
Kenaikan itu bukan hanya terjadi pada telur ayam, komoditas lainpun ikut naik, seperti telur bebek yang tadinya 2200 perbutir kini mencapai 3000 per butir.
Selain itu, Kenaikan harga-harga telur lainnya dikeluhkan masyarakat, salah satunya Halimah (41), menurutnya, kenaikan tersebut berimbas pada pengeluaran rumah tangga, pasalnya, bukan telur saja yang mengalami kenaikan, Haraga ayam potong dari 35.000 menjadi 40.000 perkilonya.
“Naik terus tiap hari, masa setiap hari naiknya 1000 rupiah. Terpaksa harus ada pengurangan kebutuhan pokoknya,” tandasnya (Ram)