SERANG – Pihak Tol Serang-Panimbang (Serpan) kena teguran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) setempat. Alasannya, tidak komitmen membangun beberapa sekolah yang terkena dampak proyek nasional tersebut.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dindikbud Kabupaten Serang, Amar Ma’ruf. Kata dia, hingga saat ini status sekolah di Kecamatan Cikeusal belum jelas.
Padahal, proses lelang untuk pembangunan SDN Cilayangguha dan SDN Sebah sudah ada pemenangnya namun proses pembangunan belum kunjung dimulai.
“Untuk gambar sudah ditandatangani tapi pembangunannya belum dimulai. Kita enggak tahu apa kendalanya,” tuturnya kepada awak media saat dihubungi melalui telepon genggam Minggu (9/5/2021).
Ia mengaku sudah mengecek langsung ke lokasi karena sebelumnya pihak tol Serpan menyampaikan, jika pembangunan dimulai sekitar dua minggu lalu. “Janjinya dua minggu yang lalu tapi mundur lagi, bilang nanti habis Lebaran baru dikerjakan,” tuturnya.
Amar mengungkapkan, pihaknya telah memberikan teguran kepada pihak tol Serpan agar tidak menunda-nunda lagi pembangunan dua sekolah tersebut. “Kalau setelah Lebaran tidak juga dibangun, akan kita temui lagi pihak tolnya,” tegasnya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Serang Panimbang (Serpan) Temmy Saputra membeberkan, belum dibangunnya dua sekolah ini karena masih melakukan persiapan.
“Belum dimulai karena masih prepare kontraknya dan kepotong waktu penyekatan larangan mudik,” jabarnya.(muh)















