SERANG – Babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang olahraga (cabor) pencak silat yang dibagi tiga zona, membuat peluang Banten untuk meraih tiket ke PON XX semakin berat. Di mana KONI Banten menetapkan hanya sang juara yang diakomodir berangkat ke Papua.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Banten, Ajat Sudrajat. Kata dia, kusus untuk pencak silat tidak seperti cabor lainnya. Di mana peringkat tiga besar di Pra PON bisa dikirim ke Papua tahun depan.
“Karena Pra PON kita dibagi tiga zona, jadi ya hanya pemenang yang dapat jatah. Hitungannya tiga besar bila digabung tiga zona,” papar Ajat.
Oleh karenanya, Ajat meminta seluruh pesilat untuk berlatih lebih maksimal lagi, supaya tidak menelan pil pahit saat pertandingan. “Saya yakin kok, dengan persiapan matang, pesilat Banten mampu jadi yang terbaik,” ucapnya.
Disinggung soal lawan Banten di Pra PON, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Serang ini menyebut Banten tergabung di pool 2 yang tidak terlalu berat. Satu grup dengan Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sulawesi Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bangka Belitung, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kita terhindar dari frup neraka tapi tetap harus waspada saat pertarungan di DKI Jakarta pada 12-17 November nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan, di Pra PON nanti berusaha mengirimkan atlet full tim. Semua dilakukan untuk merebut banyak tiket ke Bumi Cenderawasih (julukan Papua). “Kami hanya dibiayai 13 atlet saja dari KONI Banten. Rincian tiga untuk atlet yang tergabung di Pelatda Jangka Panjang (PJP) dan 10 Non PJP. Nah, rencananya mau nambah 10 lagi, namun dengan kocek pribadi,” terangnya.
Sementara salah satu atlet silat PJP Banten, Danang Faisal bertekad untuk jadi juara di Pra PON XX. “Oleh karenanya saya kini giat berlatih demi hasil maksimal. Saya ingin berlaga di Papua,” pungkasnya.(muh)














