SERANG – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang yang berada di bawah arahan H. Abdul Wahid, SH, M.Si sebagai kepala dinas dan Dedi Arif Rohidi S.Pd, MM.Pd sebagai sekretaris, terus melakukan inovasi atau terobosan yang mengacu kepada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU). Baik di bidang koperasi, UMKM, industri, perdagangan, dan metrologi.
- Sektor Koperasi
Selain meningkatkan manajemen berbasis online, Diskoperindag ingin menggerakan koperasi agar tak berfokus pada sektor simpan pinjam saja.
Sepeti halnya koperasi karyawan, bisa melebarkan sayapnya ke bidang usaha lainnya. Contohnya ada usaha cafe atau warung yang bisa menambah pendapatan. Dengan demikian, bisa mensejahterahkan anggotanya.
Selanjutnya memacu koperasi lainnya agar bisa seperti Koperasi Syariah (Kopsyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI) yang aktif mendukung program Pemerintah Kabupaten Serang dengan melakukan pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) setiap tahunnya.
“Jadi koperasi ada manfaatnya, sesuai amanat yang berlaku, bisa mensejahterahkan anggota dan masyarakat sekitar karena memiliki dana sosial,” papar Wahid.
Ia pun ingin mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Serang untuk berkoperasi karena banyak manfaatnya dan terhindar dari rentenir. Seperti diketahui bersama, sekarang banyak rentenir yang merambah ke kalangan masyarakat kelas menegah ke bawah melalui pasar. Mereka coba memberikan pinjaman dengan syarat mudah tapi memberikan bunga yang luar biasa tinggi, sehingga mencekik warga.
- Sektor UMKM
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Serang. Oleh karenanya, Diskoperindag tetap membina enterpreneur baru yang merupakan nawacita yang dibuat programnya oleh Presiden Republik Indonesia dan berlaku secara nasional.
Diskoperindag juga tetap membantu para UMKM kecil dengan pemberian fasilitas seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pelatihan packaging, kemasan, merk, dan label halal.
“Karena untuk memasarkan produk UMKM butuh kualitas yang benar-benar oke supaya bisa diterima oleh masyarakat,” ucap Wahid.
Produk UMKM di Kabupaten Serang sendiri sudah mulai menyebar luas di beberapa daerah di Indonesia, lantaran sudah bekerjasama dengan Indomaret, Alfamart, Smesco dan waralaba lainnya.
Tak berhenti di situ, para pelaku UMKM akan terus didorong untuk menjajakan barang dagangannya melalui sistem online. Pemkab Serang bahkan sampai turun tangan dengan melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) bersama pihak BukaLapak.com Belanja.com, Indomaret, Alfamart serta membuat aplikasi sendiri yang diberi nama DueKite.
- Sektor Industri
Diskoperindag akan melakukan tranformasi pada produk unggulan gerabah dengan motif kesultanan. Meski produk gerabah industri rumahan di Desa Bumijaya sudah baku dan banyak pemesan dari Jepang, Arab Saudi, Belanda, dan Jerman, namun masih butuh inovasi.
Hal tersebut sesuai dengan arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menginginkan para wisatawan yang datang ke Kabupaten Serang bisa membawa oleh-oleh atau cenderamata dalam bentuk gerabah kecil. Bentuknya bisa vas bunga, gantungan atau pun asbak.
Oleh karenanya, Diskoperindag akan menjalin kerjasama dengan bidang senirupa Institut Teknologi Bandung supaya kerajinan tangan itu bisa dipercantik lagi.
- Sektor Perdagangan
Diskoperindag tetap akan mengoptimalkan pasar. Dan sekarang pasar yang sedang digarap adalah Padarincang dan Tunjung Teja. “Insya Allah dalam waktu dekat keduanya akan diresmikan,” jelas Wahid.
Saat ini, dua pasar tersebut dalam tahap pembenahan seperti pembenahan jalan, melengkapi fasilitas mushola, tempat menyusui anak dan tempat kesehatan.
- Sektor Metrologi
Sebagai salah satu OPD yang menghaslikan pendapatan daerah, Diskoperindag berkomitmen mengupayakan pencapaian target retribusi pasar dan retribusi metrologi yang telah diamanatkan oleh DPRD Kabupaten Serang.
Untuk retribusi di 2020, Diskoperindag mengalami kenaikan hampir 200 persen. Seperti pasar yang awalnya Rp 700 juta kini dinaikan jadi Rp 1,5 miliar. Lalu metrologi dari satu miliar rupiah meningkat jadi Rp 2,5 miliar.(muh)













