SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengenalkan 102 inovasi baru di bidang kesehatan. Hal ini diperlihatkan saat Pameran Inovasi Bidang Kesehatan di Gedung Training Center UPI Serang, Selasa (10/12/2019).
Dari pantauan, beberapa inovasi yang ada seperti pendidikan bagi Calon Pengantin (Catin), Lahir Procot Pulang Bawa Akta, dan Keluarga Siaga Ibu Hamil (Kasih).
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) di Dinkes Kabupaten Serang, Wahyu Suwargi mengatakan, kegiatan yang dilangsung hari ini untuk mengenalkan kepada seluruh tenaga medis bahwa sudah banyak kemajuan di dunia medis.
“Makanya para peserta Pameran Inovasi Bidang Kesehatan berasal dari seluruh puskemas yang ada di Kabupaten Serang dan UPT yang meliputi Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan Public Safety Center (PSC). Mereka bisa saling bertukar ilmu dan gagasan baru, agar bisa diaplikasikan di daerahnya nanti,” papar Wahyu kepada awak media usai acara.
Terutama kata dia, soal inovasi Kasih. Sangat penting dan membantu untuk menekan angka kematian ibu di Kabupaten Serang yang masuk kategori tertinggi di Provinsi Banten. Di tahun 2018 ada sebanyak 61 dan di 2019 sampai sekarang ada 57. “Bahkan penerapan Kasih di beberapa kecamatan seperti Pontang dan Tirtayasa yang kematian ibunya tinggi, membuahkan hasil maksimal. Sekarang bisa zero. Luar biasa kan, harus bisa diikuti kecamatan lain,” pesannya.
Sementara Kepala Puskesmas Pontang, Sruwi Budiana menuturkan, senang memiliki gagasan Kasih karena tidak dipungkiri pada 2018, Pontang jadi kecamatan tertinggi angka kematian ibu sebanyak lima orang.
“Alhamdulillah setelah penerapan program Kasih, kini tidak ada ibu yang meninggal di wilayah kami. Semoga bisa dijaga terus,” inginnya.
Selain kasih, Puskesmas Pontang pun tengah mengencarkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) nutrisi dan stunting untuk balita karena angkanya juga lumayan banyak. “ Ke depan, kita akan coba menggali lagi, apa saya yang perlu ditingkatkan atau dicoba. Karena zaman sudah semakin berkembang dan kami dituntut untuk bisa tangkas dan memiliki pemikiran lebih inovatif,” pungkasnya.(muh)












