SERANG – Tim bulutangkis Banten dipastikan gagal memenuhi target yang dibebani KONI Banten saat pelaksanaan babak Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Soalnya, mereka hanya menduduki peringkat empat.
Diketahui, pada pelaksanaan Pra PON, KONI Banten mewajibkan semua cabang olahraga (cabor) untuk berada di posisi tiga besar bila ingin dikirim ke PON XX/2020 Papua.
Nah, saat Pra PON bulutangkis di GOR Sudirman, Surabaya, 6-11 November 2019 lalu, tim putra dan putri Banten hanya berada ditempat keempat.
Banten tergabung di wilayah tiga bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur sebagai tuan rumah. Pada laga perdananya, berhasil menumpaskan perlawanan DIY. Putra menang dramatis dengan skor 3-2, lalu putri unggul 3-0.
Lalu di duel kedua tak mampu berkutik. Putra ditekuk 0-5 dan putri dikalahkan dengan skor 1-2.
“Memang lawan Jawa Timur sangat ketat, mungkin karena faktor tuan rumah juga. Tapi kami sempat ada harapan dari tim putri. Soalnya Putri Kusuma Wardani mampu menumbangkan atlet DIY,” ujar Manajer Pra PON Bulutangkis Banten, Heru Farel kepada awak media kemarin.
Dengan capaian yang ada, Banten menghuni peringkat dua wilayah tiga. Sedangkan juara jadi milik Jawa Timur dan Banten yang berstatus runner-up, harus melewati play-off terlebih dulu.
Diketahui, sesuai peraturan dari Pengurus Pusat (PP) Persatuan Balutangkis Seluruh Indoensia (PBSI), jawa mendapatkan tiket langsung sedangkan runner-up harus di adu lagi dengan daerah lain.
Di play-off, putra mampu mengatasi Maluku Utara dengan skor 4-1 dan dan NTB 4-1. Alhasil menjadi skuat terbaik keempat yang melenggang ke PON XX/2020 Papuasetelah Jawa Timur, Bali, dan Papua Barat.
Sementara, putri juga mampu mengasak Maluku dengan 3-0 dan Nusa Tenggara Timur (NTB) dengan angka yang sama serta berhak ada diurutan keempat. Mereka mendampingi Jawa Timur, Bali, dan Maluku Utara.
Sayangnya, apa yang didapat belum sesuai harapan KONI Banten. “Peraturan kita berbeda dengan cabor yang lainya. Semoga ada harapan lainnya atau kebijakan karena Banten sudah mengantongi tiket bila merujuk ketentuan PP PBSI,” harap Heru.(muh)














