SERANG – Warga Kampung Cibarugbug, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, mengeluhkan sampah dugan atau kelapa muda kiriman dari DKI Jakarta yang dibuang di pinggir jalan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Desa Citaman, Saepudin. Kata dia, sampah dugan datangnya di atas pukul 23.00 sampai 03.00 WIB.
“Di saat waktunya istirahat. Padahal kami sudah galakkan penjagaan. Tapi bila malam hari, apa daya. Warga juga butuh istirahat,” papar Saepudin kepada awak media, Senin (30/3/2020).
Oleh karenanya, dia meminta kepada Pemkab Serang atau dinas terkait untuk menindaklanjutinya. “Ini sudah keterlaluan dan diulangi terus-terusan,” keluhnya.
Padahal, masyarakat sudah memasangi plang dari spanduk yang bertuliskan ‘dilarang buang sampah sembarangan’. Lalu dibuat dengan papan dan dicet. “Hasilnya selalu hilang. Geram saya mas. Harus segera diusut tuntas. Di sini kan belum ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seenaknya saja mengotori lingkungan kami,” ketusnya.
Disinggung kenapa bisa menyebut sampah kiriman dari DKI Jakarta, pihaknya pernah memergoki dan menanyakan kepada supir yang membuang bahwa sampah dugan titipan dari pedagang di ibukota Indonesia tersebut.
Sedangkan salah satu pemuda Desa Citaman, Malik berharap, prilaku buruk tersebut bisa segera dihentikan. “Saya harap, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa membantu kami. Saya ingin pelakunya ditindak tegas. Jangan kotori desa kami dengan sampah. Di sini bukan TPS,” tegasnya.
Sementara, anggota DPRD Kabupaten Serang, Tubagus Baenur Zaman yang mendengarkan keluh kesah warga siap menampung aspirasi mereka.
“Insya Allah akan saya tindaklanjuti dengan OPD yang bersangkutan. Kasihan juga bila daerah masyarakat yang kebersihannya terus di jaga malah jadi tempat pembuangan sampah seenaknya,” terangnya.
Dia juga akan mengusulkan adanya TPS sementara di Desa Citaman karena memang belum memilikinya.(muh)