TANGERANG – Tim taekwondo asal Kota Tangerang sukses meraih prestasi apik di ajang 6th Banten Open Taekwondo Championship. Pada pertandingan yang berlangsung di Indoor Sport Center, Kabupaten Tangerang, pada 22-24 Maret 2019, mereka menduduki runner-up.
Kepastian didapat, usai meraih delapan emas, dua perak, dan empat perunggu. Selisih satu emas dengan SKO Ragunan yang sukses menjadi juara umum dengan raihan sembilan emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Meskipun begitu, Kota Tangerang berhasil menjadi yang terbaik diantara wakil Banten lainnya dan menyelamatkan wajah tuan rumah.
Bahkan, Kabupaten Tangerang yang meraih juara umum pada cabor Taekwondo di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 lalu, tak dapat berkata banyak. Pasalnya hanya bertengger di posisi sembilan dengan raihan satu emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.
“Alhamdulilah sudah rejeki anak-anak dapat berprestasi pada kejuaraan 6th Banten Open Taekwondo Championship. Di try-out pertama, meraih hasil memuaskan meskipun masih ada evaluasi,” ujar Achmad Sofyan, Sekretaris Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangerang, Senin, (25/3).
Ia juga mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti pertandingan. Hanya latihan rutin yang dilakukan serta menjalin silahturahmi antar pelatih dan atlet.
“Latihan rutin seperti biasanya dan menjaga kekompakan serta silahturahim antar pelatih, karena atlet-atlet yang bertanding milik pelatih-pelatih yang ada di kota Tangerang,” ucapnya.
Sementara Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Banten, Fiva Zabreno bangga dengan penampilan atlet Banten pada ajang tersebut. Alasannya banyak atlet yang lolos ke final, terutama yang tergabung di Pelatda Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON), meski ada pula yang tidak meraih medali.
“Penampilan di 6th Banten Open Taekwondo Championship sudah bagus, karena lawan kan juara Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pusat Latihan Nasional (Pelatnas) Taekwondo. Akan tetapi, jika berbicara Pra PON, ya masih banyak yang harus dievaluasi, diperbaiki, dan ditingkatkan,” tuturnya.
Dirinya optimistis, dalam persiapan menghadapi Pra PON nanti, atlet Banten akan semakin matang. “Masih cukup waktu untuk memoles kualitas atlet kita, mengingat jadwal Pra PON baru akan dilaksanakan pada November mendatang,” bebernya.
Terkait perampingan skuat Pelatda Pra PON Banten yang dicanangkan usai turnamen, pria yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Banten menyatakan, April nanti baru diumumkan. Soalnya masih ada kemungkinan lebih dari 14 atlet yang akan bertahan, dari 44 atlet yang masuk program awal.(anm)













