SERANG – Pola sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 dipermasalahkan karena dianggap tak maksimal.
Hal ini disampaikan salah satu warga Kecamatan Tirtayasa, Imron Nawawi. Menurut dia, banyak masyarakat yang tidak mengetahui ada pilkada di 9 Desember mendatang.
“Tidak maksimal lah penyampaian yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Serang, tidak terlihat euforianya,” ujarnya.
Aktivis Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut) itu bahkan melakukan kroscek ke lapangan terutama di daerah Serang Utara. “Hampir 70 persen masyarakat memang belum ada yang tahu pelaksanaan pencoblosan segala macam gitu tuh,” ucapnya.
Ia menilai, sosialisasi yang dilaksanakan KPU Kabupaten Serang masih menggunakan sistem konvensional. Tidak menyeluruh ke lapisan warga, hanya untuk kalangan-kalangan tertentu saja.
“Kemarin (24/11/2020) kita ada diskusi soal pilkada dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang juga dan kita sempat menyoal terkait sosialisasi dilakukan oleh KPU,” tuturnya.
Dirinya meyakini, bila sosialisasi tidak optimal, maka akan mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Apalagi sekarang sedang pandemi virus corona atau Covid-19 yang diprediksi membuat warga enggan menggunakan hak pilihnya karena khawatir terpapar virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China tersebut.
“Di Pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih Kabupaten Serang hanya 50,6 persen. Nah, untuk sekarang mau bagaimana? Sudah pandemi Covid-19 yang pastinya tantangannya dua kali lipat daripada sebelumnya, ini ditambah sosialisasi yang dilaksanakan KPU Kabupaten Serang tak menyeluruh pula,” keluhnya.
Terpisah, Sekretaris KPU Kabupaten Serang Mulyadi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui jika ada masyarakat yang tidak tahu pelaksanaan pilkada.
“Oh gitu yah? Saya baru dapat informasi sih. Nanti saya tanyakan dulu yah ke Koordinator Divisi (Kordiv),” kata Mulyadi.(muh)















