LEBAK – Demi menekan angka kematian akibat bencana alam, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten masif melakukan pelatihan pertolongan pertama terhadap korban bencana.
Dengan melibatkan unsur SAR seperti Polri, TNI, PMI, Tagana dan BPBD, KPP Provinsi Banten menggelar pelatihan di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kamis (2/5/2019).
Kapolsek Bayah, AKP Tatang Warsita mengatakan, pelatihan seperti ini sangatlah penting bagi masyarakat di wilayah Bayah.
Soalnya, geografis yang berbukit serta laut dengan gelombang yang kuat, membuat Wilayah Bayah sangatlah rentan terhadap korban akibat bencana maupun kecelakaan laut.
“Pertolongan sangat penting, ada tiga cara dalam pertolongan melalui udara, darat, dan laut. Selaku Kapolsek Bayah, saya berterima kasih kepada Basarnas yang berkenan memberikan pembekalan pertolongan pertama kepada warga,” kata Tatang dalam sambutannya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kasubsi Sumberdaya KPP Provinsi Banten, Nono Warsono. Kata dia, banyaknya laporan kecelakaan laut yang terjadi di wilayah Kecamatan Bayah menjadi alasan mengapa masyarakat harus dapat melakukan pertolongan pertama secara mandiri, namun tetap dapat menjaga keselamatan diri agar tidak menambah jatuhnya korban.
“Kita berikan materi pembinaan korban, metode pertolongan, dan cara-cara SAR lainnya, yang bertujuan membentuk kualitas sumber daya SAR di wilayah yang berpotensi terhadap pencarian dan pertolongan korban,” tutur Nono.
Wilayah selatan Banten yang memang menjadi wilayah terjauh dari KPP Provinsi Banten dan Posko Unit Basarnas, sangat diperlukannya tenaga SAR untuk menjadi penolong pertama guna penyelamatan nyawa korban dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat disekitar.
“Kita akan lihat terlebih dahulu, dengan pembekalan yang telah berikan. Jika kualitas sumber daya SAR baik, kemungkinan akan dibuatkan Posko Unit sebagai penunjang pertolongan pertama,” pungkasnya.(yoman)













