JAKARTA – Kontingen Indonesia berhasil melampaui target raihan medali emas yang dibebani pemerintah di ajang SEA Games 2019. Di mana bidikan 60 emas, kini sudah mencapai 66.
Ya, pada hari kesembilan pelaksanaan SEA Games 2019 Minggu (8/12/2019), atlet-atlet Merah Putih banyak mendulang medali. Alhasil, sudah menyegel 66 emas, 61 perak, dan 76 perunggu hingga pukul 18.37 WIB dan membuat mereka kokoh diurutan dua.
Sebanyak 15 emas didulang atlet-atlet Garuda, di antaranya tambahan dua emas dari catur cepat putra dan putri. Dari kategori putri, emas diraih oleh grand master putri Medina Warda Aulia sedangkan bagian putra lewat grand master Susanto Megaranto.
Maria Natalia Londa juga berhasil menambah pundi-pundi emas Indonesia. Atlet asal Bali itu meraih emas di nomor lompat jauh.
Sedangkan puncak klasemen tak tergeser Filipina yang sudah mengoleksi 104 emas, 81 perak, dan 84 perunggu. Lalu di urutan ketiga ada Vietnam dengan 59 emas, 57 perak, dan 74 perunggu.
Indonesia yang saling mengejar peringkat di papan klasemen SEA Games 2019 Filipina dengan Vietnam, membuat Chief de Mission (CdM) Harry Warganegara was-was. Ia pun mewaspadai suap dari negara lain.
Harry optimistis bisa melampaui Vietnam dalam perolehan medali emas. Dia juga cukup percaya diri, rombongan Merah Putih bisa memenuhi target dari Presiden Joko Widodo agar ada di urutan kedua.
Makanya, dia berpesan agar atlet dan pelatih serta ofisial solid. Pun wanti-wanti jangan sampai pelatih dan atlet terlibat suap.
“Pokoknya saya minta rapatkan barisan tim Indonesia, atlet, manajer, serta tim headquarter. Sebab, ada upaya kotor dari Vietnam tapi Alhamdullilah kita punya manajer dan tak ada yang lebih tinggi selain membawa negara,” katanya.
Dirinya menjelaskan, jika ada satu momen salah satu pelatih Vietnam menyogok timnya. Tapi, dia enggan menjelaskan secara detail di cabang olahraga (cabor) dan siapa saja sosok yang didekati.
“Pada saat pertemuan tadi memperebutkan posisi, kami diminta kalah oleh pelatih Vietnam dengan iming-iming 30 ribu US Dolar karena kita memang saling menyalip,” bebernya.(dtc)













