Pantai Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten kembali mendapat sorotan di media sosial. Pantai yang pernah dijuluki sebagai pantai terkotor di Indonesia itu sempat dibersihkan karena dipenuhi sampah. Anak-anak muda dari kelompok peduli lingkungan, Pandawara Group sempat melakukan aksi bersih-bersih sampah di sekitar pantai pada Mei 2023 lalu.
Pantai yang semula penuh sampah sempat bersih hingga aksi kelompok peduli lingkungan itu pun viral di media sosial dan mendapat banyak dukungan.
Namun sayangnya, setelah hampir satu tahun dibersihkan oleh Pandawara Group, Pantai Teluk Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten kembali dipenuhi oleh sampah.
Kondisi Pantai Teluk Labuan kini cukup memprihatinkan, sampah kembali muncul di sekitar bibir pantai hingga membuat kondisi pantai sangat kotor.
Kabar Pantai Teluk Labuan dipenuhi sampah ini juga diunggah akun instagram @infopandeglang, dalam unggahnya memperlihakan sebuah video kondisi pantai terkini. Didalam video yang diunggah pada Senin (22/4/2024), terlihat hamparan sampah memenuhi bibir pantai.
“Masih ingat gak tahun lalu ramai dibicarakan sebagai pantai terkotor di Indonesia oleh Pandawara Group. Berikut situasi terkini di Pantai Teluk Labuan Pandeglang,” tulis unggahan tersebut.
Kondisi Pantai Teluk Labuan terkini membuat beragam reaksi netizen di media sosial, bahkan mereka ramai-ramai mengomentari unggahan tersebut. “Emang sulit kalau sdmnya ga sadar, kaya 1 jam dikasih duit buat nyoblos, tapi protes untuk 5 tahun kedepan,” tulis netizen.
“mungkin kalo pemerintah memperhatikan apa yg harus di lakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi ini pasti gak kaya gini, semoga pemerintah segera dapat solusi nya,” kata warganet.
“Sebulan setelah dibersihkan Pandawara sempet main kesitu, ikut sholat di masjidnya.. dan Liat secara Langsung klo Warganya buat Sampah nya yaa ke Pantai jd di bersihin pun sia sia, karna yg ngotorinnya juga ya mereka2 juga,” komentar netizen.
“mereka lebih menikmati yang kotor-kotor ; tidak suka yang bersih ; terbukti jika ada gerakan bersih-bersih mereka malah jadi penonton,” tulisnya.
Tak hanya netizen saja yang ikut merespon kondisi Pantai Teluk Labuan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno juga ikut memberikan tanggapan.
“Ini mungkin ada pengaruh cuaca dan lifestyle warga setempat. Untuk itu kami menghimbau agar semua pihak baik pemerintah, pemda, masyarakat dan semua pihak menjaga kebersihan dan keindahan pantai Teluk Labuan ini,” kata Sandiaga Salahuddin Uno baru baru ini.e
Mengenal pantai di Desa Telukk
Dikutip Kompas.com, Pantai Teluk Labuan terletak di pesisir pantai Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Menurut situs Pandeglang Satu Data, Kecamatan Labuan memang merupakan daerah pesisir laut di Selat Sunda. Labuan berarti pelabuhan atau tempat kapal berlabuh.
Dulu, Labuan memiliki sebuah teluk bernama Teluk Lada yang berada di dekat Tanjung Lesung dan Panimbang. Namun, daerah ini ditutup setelah terkena letusan Gunung Krakatau 1883 dan tsunami. Sekarang, wilayah yang ada ialah Desa Teluk.
Dilansir dari studi yang dilakukan Nurhasanah mahasiswa UIN Banten pada 2018, Desa Teluk berada sekitar 41 km dari pusat Kota Pandeglang.
Wilayah ini memiliki 16 kampung dengan total seluas 1,79 km2. Desa tersebut dinamakan Teluk karena berada di wilayah dengan laut yang menjorok ke daratan. Dengan julukan kota Nelayan, letak desa di pesisir pantai Selat Sunda.
Sebagai wilayah tepi laut, nelayan dan perikanan menjadi salah satu mata pencaharian utama di sini.
Mereka bahkan memiliki tradisi perayaan tahunan berupa Ruatan atau Pesta Laut. Melalui akun Facebook resminya, pemerintah Desa Teluk memang kerap mengajak warganya melakukan aksi bersih desa di pesisir pantai.
Pemdes paling tidak pernah memprakasai kegiatan bersih pantai pada 2019 dan 2022.
Pantai di Desa Teluk menjadi kotor salah satunya karena warga memiliki kebiasaan membuang sampah di sana sejak lama. Seorang penduduk setempat, Entin (30) mengaku setiap hari membuang sampah ke laut yang hanya berjarak 50 meter dari rumahnya.
“Iya hampir semua warga di sini buang sampai ke Pantai Teluk, karena tidak ada tempat pembuangan lain,” katanya kepada Kompas.com, Senin (22/5/2023).
Selain warga, ia menyatakan pedagang di Pasar Kuliner Teluk Batako juga sering membuang sampah ke pantai. Terlebih lagi, tidak ada papan peringatan larangan membuang sampah di pantai itu. Kurang Kesadaran Warga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang Achmad mengakui kesadaran masyarakat Desa Teluk terhadap kebersihan masih sangat kurang.
“Teluk ini masyarakatnya luar biasa, kesadaran masyarakatnya rendah sekali. Kita pernah coba kasih dump truck, tapi gak jalan alasannya gak seimbang pengeluaran untuk sampah dan pendapatan,” kata Achmad.
Pihaknya juga pernah menjalankan layanan pengangkut sampah untuk masyarakat. Namun, banyak warga tidak mau bayar dan memilih buang sampah ke laut.
Achmad merencanakan kegiatan bersih-bersih pantai Teluk akan dilakukan secara rutin bersama warga.
“Nanti akan diagendakan setiap bulan, kita sediakan truk untuk angkut sampah,” katanya.
(*Tribun News/Ambar)