LEBAK – Pandemi virus Corona ternyata tidak mempengaruhi budidaya jamur tiram di Lebak. Bahkan, permintaan cenderung meningkat dalam tiga pekan terakhir.
Hal ini dibenarkan salah satu petani jamur tiram, di Lebak, Uding. Kata dia, meningkatnya permintaan pasar itu tentu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat.
Saat ini, kata dia, perajin budi daya jamur tiram di wilayahnya sekitar 10 unit usaha merasa kewalahan melayani permintaan pasar.
Permintaan pasar hingga mencapai satu ton untuk dipasok ke Pandeglang dan Serang, padahal biasanya permintaan pasar sekitar 300 kilogram per hari. Karena itu, tingginya permintaan jamur tiram dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Namun, meningkatnya permintaan tersebut, membuat para perajin jamur tiram tidak mampu melayaninya akibat minimnya modal.
“Kami mengembangkan usaha ini hanya mampu memproduksi sebanyak 50 kilogram dengan populasi benih 10.000 baglog dan pendapatan Rp 500.000 per hari serta harga di tingkat penampung sebesar Rp 10.000 per kilogram,” jelasnya.(net/muh)