SERANG – Pasca tsunami yang menerjang kawasan wisata Anyer Cinangka pada 22 Desember 2018 lalu, disinyalir berimbas kepada pendapatan pajak hotel yang menurun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pun diminta untuk mencari lumbung baru untuk meningkatkan pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi. Kata dia, bukannya mencari alasan atau pesimistis. “Namun setelah tsunami, perekonomian warga terganggu. Meski sebenarnya di Anyer dan Cinangka hanya beberapa persen yang kena, namun imbasnya membuat wisata jadi lesu. Hotel-hotel sepi pengunjung. Alhasil, pendapatan pajak hotel yang ditargetkan Rp 18 miliar bisa-bisa tidak tercapai,” papar Mansur.
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PKS Kabupaten Serang mengimbau, agar Pemkab Serang bisa mencari sumber baru untuk menutupinya bila pada akhir tahun nanti benar-benar tidak tercapai. Seperti pajak restoran yang tersebar dari wilayah Serang Timur hingga Serang Barat sangat banyak. Bila mengacu Undang-Undang 28 tahun 2019 potensi tersebut bisa dijadikan pendapatan.
“Lalu juga Kos-kosan yang semakin menjamur. Selama ini kan pajaknya belum digarap dengan maksimal. Saya yakin, dua potensi itu bila digabung, PAD kita pasti lebih meningkat,” ucapnya.
Lalu langkah berikutnya, dengan memberikan anggaran yang cukup bagi Badan pendapatan Daerah Kabupaten Serang, agar bisa membuat program-program kongkrit untuk meningkatkan PAD. “Sampai sekarang harus diakui masih kecil dananya. Ke depan harus ditambah,” jelasnya.
Sementara Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menuturkan, pihaknya sengaja menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-49 tingkat Kabupaten Serang supaya perekonomian di kawasan wisata Anyer Cinangka hidup kembali.
“Dan saya pun akan menggelar event-event lainnya di Anyer dan Cinangka dalam waktu dekat. Seperti agenda kedinasan dan juga Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF),” bebernya.(anm)














