LEBAK – Aksi yang dilakukan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) lebak merasa dilecehkan kehormatannya. Dalam aksinya kumala menuntut agar DPRD Lebak untuk memperbaiki kinerjanya.
Tim Khusus (Timsus) yang teridiri dari 8 anggota dari 8 Fraksi dibentuk dengan tujuan menyikapi aksi kumala yang dituding telah melecehkan intansinya.
Acep Dimyati polisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Lebak. Timsus ini akan segera merumsukan langkah-langkah aksi KUMALA dari sebelum aksi sampai setelah aksi hingga beberapa perdebatan di sosial media.
Dalam sambungan telepon, Ridwan anggara Ketua KUMALA Pw Serang, menganggap biasa saja atas timsus yang dibuat DPRD Lebak.
“Kalau DPRD Lebak mau membuat Tim Khusus (Timsus) silahkan kalau memang ada anggarannya, tapi saya selaku kader KUMALA yang juga sebagai masyarakat Lebak. Dapat menilai kinja Dewan Rakyat yang terhormat ternyata anti kritik” ungkap Anggara
Anggara juga menegaskan, bahwa DPRD itu dipilih langsung oleh rakyat untuk mewakili suaranya dalam program pembangunan yang dilakukan pemerintah.
“Saya selaku masyarakat lebak sangat menyayanykan hal ini, seharusnya mereka ada dipihak kami karna dalam singkatan DPRD itu tertulis Perwakilan Rakyat Daerah yang seharunya dapat menampung akspirasi yany dikeluhkan oleh rakyatnya. tapi kalau seperti ini mereka (DPRD) tekesan seperti memusuhi rakyat yang mengkiritik legitimasinya,” tandasnya (Ram)