SERANG – Jelang babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON), Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Banten mulai berbenah. Salah satunya dengan menggelar seleksi atlet.
Dari kabar yang didapat, pada 6-7 April 2019 akan dilangsungkan seleksi di Aula PKPRI Kabupaten Serang. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Umum Pengprov Percasi Banten, Edy Irianto. Kata dia, Pra PON bergulir September untuk putra dan Oktober untuk putri.
“Oleh karenanya, kami menyiapkan atlet dari sekarang. Butuh persiapan matang minimal enam bulan sebelum berlaga di Pra PON. Di seleksi besok, kita akan pantau 10 atlet putra terbaik dan sembilan atlet putri jempolan,” papar Edy.
Hanya saja, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten menjelaskan, tidak semua diberangkatkan ke Pra PON.
“Ini baru tim bayangan dan kuota dari KONI Banten hanya enam putra dan lima putri. Jadi yang terpilih dari seleksi nanti, akan mengikuti sistem promosi dan degradasi. Mendekati hari pelaksanaan, baru ditetapkan skuat inti Pra PON,” tuturnya.
Dirinya pun mengimbau kepada para atlet yang ikut seleksi, agar menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki. Soalnya panitia akan ketat dan tak ada main mata. “Semuanya murni karena kemampuan sang atlet sendiri. Yang terbaik dia yang dapat kesempatan,” tegasnya.
Sementara salah satu panitia seleksi Pra PON, Rebas Putra menjelaskan, Pengprov Percasi Banten hanya melangsungkan pertandingan nomor catur klasik dengan mekanisme swiss enam babak.
“Kesepakatan pengurus Percasi Banten. Saya hanya berharap, dari kegiatan tersebut, bisa didapat benar-benar atlet andalan. Soalnya di tingkat nasional, lawan yang dihadapi sangat kuat. Dan KONI Banten pun menetapkan, yang berangkat ke PON XX Papua hanya atlet yang menduduki peringkat tiga di Pra PON. Makanya, persiapan mesti matang dan atlet yang dikirim di Pra PON untuk mencari tiket PON merupakan nomor satu di Tanah Jawara,” pungkasnya.(muh)













