Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang gelar Bimbingan Teknis pengenalan pengelolaan perpustakaan bagi tenaga perpustakaan se-Kabupaten Serang, Kegiatan tersebut dilaksanakan di hotel Ledian.
Kepala Dinas DPKD Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, perpustakaan sebagai salah satu sarana penyediaan informasi memegang peran penting dalam membentuk masyarakat yang berdaya saing, dengan adanya perpustakaan, akan berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat.
“tenaga perpustakaan, merupakan komponen yang krusial dan sangat penting dalam program kegiatan penyelenggaraan perpustakaan, sebagai seorang tenaga perpustakaan harus memiiliki ilmu dan keterampilan dalam mengelola perpustakaan,”ujarnya.
Lanjutnya, tenaga perpustakaan juga harus memiliki dedikasi dalam menjalankan tugas-tugasnya seperti melakukan pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, melakukan pelayanan sampai melakukan promosi dan inovasi program kegiatan perpustakaan.
“saat ini perpustakaan mengalami perubahan, perpustakaan bukan hanya sekedar tempat menyimpan dan membaca buku semata, perpustakaan sudah bertransformasi menjadi Pusat Pengetahuan, Pusat Kegiatan Literasi, Pusat Kegiatan Masyarakat, dan Pusat Kemajuan Kebudayaan yang memungkinkan masyarakat dapat berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual dan melatih keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan keberdayaan masyarakat atau disebut dengan istilah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS),”ucapnya.
Aber menjelaskan, Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pengguna perpustakaan.
“sebagai upaya dari hal tersebut, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang pada hari ini melaksanakan kegiatan bimbingan teknis pengenalan pengelolaan perpustakaan bagi tenaga perpustakaan se-Kabupaten serang tahun 2024 kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas para tenaga perpustakaan, khususnya tenaga perpustakaan desa dan tenaga perpustakaan sekolah di Kabupaten Serang dalam mengelola perpustakaannya,”katanya.
Ia melanjutkan, oleh karenanya dirinya berpesan kepada seluruh peserta kegiatan ini, agar mengikuti kegiatan secara serius, manfaatkan kesempatan ini, tanyakan kepada para narasumber apabila ada hal-hal yang belum dimengerti dan dipahami.
“Kami berharap dari kegiatan yang saat ini kita laksanakan peserta bisa memahaminya, dan bisa mengelola perpustakaan yang baik,”pungkasnya. (Adv)