TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang akan memaksimalkan peran serta masyarakat pada tahun 2022 ini. Tujuannya, untuk mengurangi sampah karena volumenya terus meningkat setiap tahun.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada DLHK Kabupaten Tangerang, Samsul Romli mengatakan, keterlibatan warga sangat penting dalam menekan jumlah sampah. Berdasarkan data, sampah di Kabupaten Tangerang selama 2021 berjumlah kurang lebih 820.000 ton dengan rata-rata per hari 2.250 ton sampai 2.500 ton. Tentunya kapasitas sampah itu cukup besar kalau setiap tahun angkanya sama.
“Fokus kita adalah mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia menerangkan, berbagai upaya telah dilakukan Bidang Kebersihan DLHK Kabupaten Tangerang dalam membendung debit sampah untuk bisa terus berkurang. Diantaranya penerapan Tempat Pengelolaan Sampah Reduse Reuse Recycle (TPS3R) di 28 tempat yang tersebar di masing-masing kecamatan dan bank sampah induk dan unit.
“Sementara peran warga, didorong dengan memaksimalkan pemanfaatan maggot dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) demi mengurangi kapasitas sampah,” jelasnya.
Dia juga berharap, masyarakat di setiap rumah dapat memilah sampahnya sendiri. Salah satunya, DLHK menggencarkan rencana sedekah sampah yang diwujudkan dengan Mini Collection Point, yakni kotak pengumpulan sampah botol plastik yang diletakkan di beberapa pesantren, masjid atau mushala untuk mendukung peran warga itu sendiri.
“Kita pun harus mendorong bahwa sampah tersebut harus dipilah dimulai dari sampah rumah tangga. Ini selalu kita sosialisasikan ke masyarakat,” pungkasnya.(net/muh)















