SERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang mencoba meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Banten, perihal penambahan armada mobil perintis.
Kepala Dishub Kabupaten Serang Hedi Tahap mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkirim surat resmi. Sebab, di Kabupaten Serang memang masih kurang untuk mengisi trayek angkutan umum yang masih kosong.
Saat ini sendiri, program mobil perintis masih berjalan dan sudah beroperasi setiap hari. Bahkan menjadi program prioritas dinasnya, meskipun jumlah armadanya baru enam unit.
Oleh karenanya, dengan jumlah armada yang masih sedikit, pihaknya membuat surat ke Gubernur Banten Wahidin Halim untuk dibantu tambahan armada.
“Nanti kami yang kelola, entah sistemnya bagaimana apakah hibah. Mudah-mudahan bisa dipenuhi kami akan coba,” katanya.
Disinggung terkait jumlah yang akan diajukan, Hedi tidak mau menyebutkan dengan gamblang. Namun, yang jelas berapa pun yang diberikan oleh provinsi, armada tersebut akan diterima dan dioptimalkan sebaik mungkin.
“Pengajuan sebanyak-banyaknya dikasih berapa Kita terima. Itu untuk perintis,” ujarnya.
Ia menuturkan, untuk jenis mobilnya, juga masih belum tahu apakah berupa bus atau ukuran 3/4. Tapi, jika kemudian provinsi memberikan pihaknya akan segera merapatkan untuk menentukan ke mana trayek armada dipergunakan.
“Akan rapatkan kalau dapat bantuan ke mana trayeknya. Sekarang kan hanya isi yang kosong,” ucapnya.
Sampai sekarang, masih banyak trayek angkutan umum di Kabupaten Serang yang masih sepi peminat. Sehingga, di wilayah tersebut tidak ada angkutan umum, seperti trayek Kramatwatu-Puloampel atau Cikande-Kopo.
Selain ke provinsi, pihaknya juga sudah pernah mengajukan ke pemerintah pusat, yakni ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, belum ada respon.(anm)













