SERANG – Salah satu petani garam di Pontang Amrulloh curhat kepada Bupati Serang, saat sosialisasi daerah integrasi pergaraman usaha garam rakyat di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Rabu (24/4/2019).
Di mana dirinya diduga terkena khasus penipuan pada 2018. Panen garam seberat 250 ton dengan total harga Rp 548 juta dibawa kabur orang.
“Padahal, saya mengetahui pembeli garam dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang sebelum diganti sama yang sekarang. Dia yang mengenalkan saya kepada Rozak yang konon dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ya saya sih awalnya tidak curiga, masa iya PO nya dari dinas mau membohongi petaninya sendiri. Tapi ternyata malah dibawa kabur. Pihak DKPP pun katanya merasa tertipu juga,” keluhnya.
Dirinya sudah coba melaporkan khasus kejahatan kepada pihak kepolisian. Tapi, tidak mendapatkan respon yang cukup baik. Soalnya diminta untuk menunggu karena sedang dilanda tsunami, lalu tahun baru, dan Pemilu 2019.
“Nah, mungkin sekarang waktu yang pas untuk meminta pertolongan kepada Pemkab Serang. Kasihan saya petani kecil. Untuk budidaya garam saja, harus rela menjual rumah yang dimiliki. Saya harap Pemkab dan Polisi bisa membantu penyelesaiannya dan pelaku ditangkap serta ditindaktegas,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengaku baru mengetahuinya. Dirinya berjanji akan membantu pak Amrulloh. “Ini tanggung jawab Pemkab Serang dan pihak kepolisian. Kami akan bantu semaksimal mungkin,” janjinya.(muh)












