SERANG – Adanya dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten yang berani mengancam kepala sekolah, membuat Gerakan Pemuda Peduli Banten (GP2B) dan Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) menggeruduk kantor Dindikbud Provinsi Banten sambil orasi.
Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi, Umar mengaku miris usai mendengar prilaku seperti itu. “Kami meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk segera memecat ASN Dindikbud tersebut. Tidak etis seorang pelayan publik bertindak arogan apalagi sampai mengancam kepala sekolah,” katanya kepada awak media, di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Senin, (20/05/2019).
Pihaknya juga meminta Kepala Dindikbud Engkos Kosasih untuk segera menindaklanjuti persoalan-persoalan lain yang ada.
Melihat hal tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim langsung menanggapinya.
“Itu lagi ditanyain sama inspektorat kepala sekolahnya benar apa tidak atau baru isue aja. Kalau benar baru diproses,” jelasnya.(Yoman)












