CILEGON – Derby Banten antara Cilegon United kontra Perserang tersaji pada pertandingan penutup babak penyisihan Liga 2 Zona Barat, di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Senin (21/10/2019). Laga tersebut cukup penting bagi kedua tim, terlebih untuk Laskar Singandaru yang masih berpeluang maju ke babak delapan besar.
Ya, Si Biru Langit (julukan Perserang) sekarang bercokol diurutan kelima dengan koleksi 33 poin. Terpaut satu angka dari PSMS Medan diperingkat empat yang merupakan batas akhir tiket fase berikutnya.
Sedangkan bagi CU, meski menang atau kalah pada duel nanti, tidak berpengaruh karena sudah dipastikan bertahap di Liga 2 musim depan.
Namun, tensi tinggi antara kedua daerah, membuat Geger Cilegon (julukan Cilegon United) dipastikan tidak akan mengalah. Kemenangan adalah sebuah kehormatan yang bisa dipersembahkan para pemain untuk masyarakat Kota Baja (julukan Kota Cilegon).
Pelatih Cilegon United, Imam Riyadi mengatakan, persiapan anak asuhnya menjamu Singa (julukan lain Perserang) telah matang.
“Kami yakin bisa menjegal Perserang dan memupus mimpi mereka ke delapan besar. Tiga angka harga mati,” tekad Imam kepada awak media, Minggu (20/10/2019).
Sedangkan Pelatih Perserang, Jaya Hartono menanggapinya dengan santai tapi tetap fokus. Ia menganggap, seluruh bentrok yang dilakoni ibarat duel final.
“Hanya saja, kami tak ada persiapan kusus. Para penggawa sudah siap kok bertarung habis-habisan di pertempuran pamungkas tanpa harus diperintah. Apalagi mereka ingin menjaga peluang lolos ke delapan besar,” beber Jaya.
Mantan pesepakbola Persib Bandung tersebut lebih menyoroti mengenai PSMS Medan. Pasalnya, perebutan tiket delapan besar posisi ke empat, antara Perserang, PSCS Cilacap, dan PSMS Medan, dinilai kurang adil.
Ia melihat Ayam Kinantan (julukan PSMS Medan) lebih diuntungkan. Seharusnya, mereka sudah merampungkan seluruh pertandingan. Tapi, perjumpaan dengan Bangka Belitung yang sedianya dilangsungkan pekan lalu, malah ditunda H-2 pelaksanaan.
“Meski kami menang atas CU, kita juga masih menunggu hasil skuat lain. Peluang kami ada, walau tipis. PSMS Medan yang membatalkan pertandingan di H-2 dengan Babel United pekan lalu, itu seharusnya kena walkout (wo). Karena minimal pemberitahuan pengunduran jadwal, lima hari sebelum pertandingan. Kalau sepengetahuan saya, PSMS Medan sudah melanggar regulasi. Sudah tidak fear,” bebernya.(muh)













