Penanganan tindakkan kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah lantik Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pelantikan tersebut dilaksanakan saat membuka acara Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Halaman Pendopo Bupati Serang .
Tatu menegaskan, meski telah dilantiknya Satgas PPA namun dalam mengantisipasi dan penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tugas bersama semua pihak. Baik dalam memberikan sosialisasi, maupun penyuluhan baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.
“Berkaitan dengan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekolah, di pondok pesantren di tengah masyarakat ini merupakan tugas kita bersama untuk memberi penyuluhan supaya masyarakat paham dari sisi hukum bahwa melakukan sesuatu yang melanggar hukum ada konsekuensinya,”kata Tatu kepada wartawan.
Tatu mengatakan, Pelantikan Satgas PPA Kabupaten Serang merupakan transformasi atau berganti nama yang sebelumnya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A. Satgas PPA di isi dari berbagai komponen baik dari pemda, kejaksaan, kepolisian dan organisasi masyarakat. “Semoga kinerja PPA ini sama baiknya bahkan bisa lebih dari P2TP2A di Kabupaten Serang,”ucapnya.
Adapun untuk upaya pencegahannya, sebut Tatu, dengan memberikan penyuluhan seperti di sekolah-sekolah perlu adanya program rutin masuk sekolah baik tingkat SMP maupun SMA. Hal itu berkaitan dengan pengertian tentang seksual lantaran buka hal yang tabu, harus di buka dan dijelaskan dengan baik dan benar oleh pihak yang berkompeten.
“Misalnya dari pihak dinas kesehatan, karena hal ini untuk anak-anak usia SMP dan SMA dampak negatifnya juga ada untuk mereka, jadi harus paham dan mengerti,”tegasnya.
Disisi lain berkaitan dengan pengendalian penduduk, Tatu bersyukur capaian di Kabupaten Serang 63 persen di atas persentase nasional dan di atas rata-rata provinsi tetapi hal tersebut untuk berpuas diri karena angka 63 bukanlah angka yang optimal. Berdasarkan data yang ada, untuk rata-rata persentase belum merata karena di Kabupaten Serang ada 29 kecamatan yang seharusnya merata. “Jadi kalau 63 persen harus semua, tapi kalau ada yang tinggi di bawah rata-rata 63 ini masih menjadi PR,”terangnya.
Oleh karenanya, Tatu mengintruksikan kepada jajaran DKBP3A untuk memprioritaskan daerah atau wilayah kecamatan dan desa yang masih rendah untuk program KB (Keluarga Berencananya). Sebab, dengan menjaga jarak anak demi kepentingan masyarakat itu sendiri.”Ber KB juga untuk meningkatkan SDM yang baik dan bagus untuk menuju Indonesia Emas Tahun 2045 yang perlu kita lalui dengan tahapan yang tidak mudah,”paparnya.
Terlebih tambah Tatu, pada Tahun 2034 sampai 2035 mendapatkan bonus demografi bisa menjadi positif dan negatif jika bisa mengendalikannya serta menyeimbangkan dengan tingkat pendidikan, kesehatan dan sarana prasarana yang baik akan menjadi positif.
“Tapi jika tidak tersedia akan menjadi persoalan berikutnya,”jelas Tatu.
Kepala DKBP3A Kabupaten Serang Encup Suplikhah mengatakan untuk target di 29 kecamatan 31 puskesmas sebanyak yaitu 3.100. Sedangkan pada kegiatan hari ini untuk KB Implan 10 orang dan IUD 3 orang yang dilaksanakan berkat kerjasama Bupati Serang, Kapolresta Serang Kota, Kapolres Serang, Dandim 0602/Serang, puskesmas dan praktek bidan mandiri.
“Untuk pelayanan implan yakni di lengan kanan dengan 2 implan, sedangkan untuk IUD di pasang di dalam rahim. KB diperuntukan pasca salin, aseptor baru melahirkan dan belum ber KB dan berganti cara dari pil, suntik dan ke MKJP,”ujarnya. (Adv)