SERANG – Cabang Olahraga (cabor) atletik hingga sekarang telah berhasil menyegel empat tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Teranyar, mampu mengamankan dua tiket pada ajang Jawa Tengath (Jateng) Open yang dilangsungkan pada 4-7 Juli lalu.
Kali ini tiket diraih Maesaroh yang mendulang medali emas dari nomor lompat jangkit. Ia mampu melebihi limit PON yakni 12 meter dengan lompatan 12,14 meter. Sedangkan satu tiket lagi dipersembahkan Syifa Nabila yang berlaga di lontar martil putri.
Syifa hanya mampu mengamankan keping perak setelah hanya mampu melempar sejauh 45,49 meter namun melebihi limit untuk tampil di PON yakni lemparan sejauh 43 meter.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Banten, Cepi Safrul Alam mengaku bangga dan senang karena pembinaan dan latihan yang mereka lakukan berbuah manis. Hingga saat ini, Banten telah meloloskan empat atlet ke PON setelah sebelumnya Budiman Holle dan Muhammad Yusuf telah melaju terlebih dahulu.
“Alhamdulillah kami menambah tiket tampil di PON XX/2020 di Papua dari nomor lompat jangkit dan lontar martil. Mereka memang yang kita andalkan untuk lolos ke PON Papua dan meraih medali di PON nantinya,” ucap Cepi, Selasa (9/7/2019).
Mantan Kepala Dispora Banten tersebut menyatakan, pihaknya masih memiliki beberapa atlet potensial untuk lolos ke PON. Tiga diantaranya adalah M. Habiubullah atlet lari 800 m, Alif Indrawan atlet lari 3.000 m steeplechase, dan Adit atlet lompat jangkit.
“Sebenarnya untuk Habibullah pada Jateng Open mendapatkan perak. Hanya saja, capaian waktu larinya masih dibawah limit PON yakni 1,55 menit. Sementara Habibullah hanya menorehkan 1 menit 56,89 detik,” terangnya.
Sementara Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo menyambut baik empat tiket PON XX yang telah diamankan atletik. “Semoga bisa ditambah karena semakin banyak atlet yang lolos, maka peluang Banten mendulang banyak medali di Bumi Cendrawasih terbuka lebar,” tuturnya.(muh)














