TIGARAKSA – Venue APM Equestrian Centre yang berada di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang diyakini bisa jadi salah satu venue Olimpiade. Terutama saat pelaksanaan 2032 mendatang, jika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pesta kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat meninjau lokasi bersama Ketua National Olympic Comittee (NOC) Raja Oktohari dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Triwatty Marciano, Sabtu (25/7/2020).
“Saya yakin kok, APM Equestrian Centre siap menjadi arena berkuda di Olimpiade 2032,” kata Andika.
Menurutnya, optimismenya ini merujuk kepada semua fasilitas yang dimiliki APM Equestrian Centre yang sudah berstandar International sebagai arena olahraga berkuda.
“Sekarang, luas seluruhnya mencapai sembilan hektar dan tadi saya dapat informasi bahwa masih akan dilakukan perluasan-perluasan dan peningkatan-peningkatan,” imbuhnya.
Lebih jauh, wagub berharap, keberadaan APM Equestrian Centre di wilayah Provinsi Banten dapat mendorong terciptanya atlet-atlet berkuda yang potensial ke depannya.
Tak hanya Wakil Gubernur Banten, kepercayaan juga datang dari Ketua NOC, Raja Oktohari. Kata dia, keberadaan arena olahraga bertaraf internasional seperti APM Equestrian Centre untuk olahraga berkuda, mimpi bersama bangsa Indonesia.
Sementara Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano membeberkan, dengan keberadaan APM Equestrian Centre tersebut, pihaknya akan mulai menggiatkan pembinaan prestasi olahraga berkuda. Caranya, akan lebih sering menggelar pelatihan-pelatihan maupun perlombaan-perlombaan.
Untuk diketahui, APM Equestrian Centre merupakan milik Yayasan Pendidikan Adria Pratama Mulya yang menyediakan sekolah berkuda profesional pertama di Tanah Air. APM Equestrian Centre sendiri pernah ditunjuk sebagai venue Asian Games mengingat kelengkapan fasilitasnya yang bertaraf internasional itu.
APM Equestrian Centre terletak di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dan sudah teruji dengan berbagai event berkuda profesional yang sering digelar. Namun, pada Asian Games 2018 lalu, arena ini bukan didaulat khusus venue equestrian. Tetapi sebagai tempat pertandingan modern pentathlon.
Modern pentathlon merupakan gabungan dari lima olahraga sekaligus. Yaitu anggar, renang gaya bebas, berkuda palang rintang, menembak, dan lari lintas alam.(muh)