SERANG – Pasca disegel oleh Aris Rusman bin Jainul yang mengaku sebagai ahli waris lahan sekolah SMPN 1 Mancak, Kabupaten Serang, kini petugas gabungan melakukan pengawalan ketat.
Diketahui beberapa anggota Polres Cilegon, Satpol PP, dan TNI dari Koramil Mancak berjaga-jaga di lingkungan sekolah, untuk menjaga kondusifitas suasana di sana dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah satu guru di SMPN 1 Mancak, Endang Saripudin mengatakan, setelaah ditutup selama dua hari, kini sudah bisa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pada Sabtu (19/10/2019).
“Hanya saja, akibat penyegelan tersebut, membuat anak-anak trauma. Namun sudah mulai bisa dihilangkan apalagi sudah banyak petugas yang mengawal. Jadi kami semuanya tidak terlalu khawatir lagi,” papar Endang.
Sekadar diketahui, sebelumnya, ratusan siswa-siswi SMPN Mancak terpaksa melanjutkan KBM di gedung PGRI Kecamatan Mancak, Senin (14/10/2019). Hal itu terjadi karena gerbang sekolah mereka kembali digembok untuk kali keempat oleh Aris.(net)













