SERANG – Pada hari terakhir penjaringan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Serang periode 2020-2025 yang dibuka DPC PDI-P, Rabu (18/9/2019), enam orang resmi mendaftar. Tiga orang melamar jabatan bupati dan tiga orang lagi wakil bupati.
Ketiga bakal cabup yang telah mengembalikan formulir adalah Ratu Tatu Chasanah (Golkar), Lili Romli (peneliti LIPI), dan Wahyu Papat Juni Romadonia (PKB). Sedangkan ketiga bakal cawabup, semuanya dari internal PDI-P yakni Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, organisasi sayap PDI-P Pospera Harry Mirazdi, dan Bendahara DPC PDI-P Hendri Gunawan.
Ratu Tatu Chasanah selaku incumbent menegaskan, membangun daerah termasuk Kabupaten Serang butuh kebersamaan, termasuk partai politik.
Menurutnya, PDI Perjuangan merupakan parpol yang mendukungnya pada pilkada sebelumnya dan salah satu yang menyukseskan dirinya duduk sebagai Bupati Serang saat ini. “Harapan saya tentu kembali mendapat dukungan dari partai berlambang banteng ini untuk melanjutkan ke periode berikutnya,” kata Tatu usai mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Serang di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (18/9/2019).
Ia menyampaikan, membangun Kabupaten Serang butuh kebersamaan. Termasuk menentukan bakal calon wakil Bupati yang akan mendampinginnya pada pilkada. “Seperti pada pilkada 2015 kemarin, sebetulnya calon wakil bupati ditentukan partai pengusung. Duduk bersama merumuskan siapa yang menjadi wakil, jadi bukan hanya keputusan saya,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten ini.
Salah satu kriteria calon wakil bupati pilihannya, Tatu menegaskan, merupakan sosok yang bisa mengikuti ritme kerja dirinya ketika memimpin Kabupaten Serang. “Kalau tidak bisa kerja, nanti saya repot. Intinya, saya akan mengikuti mekanisme semua partai,” ujarnya.
Sedangkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Serang, Fahmi Hakim menegaskan, Partai Golkar akan melakukan komunikasi ke semua parpol yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Serang. Komunikasi tersebut, kata dia, jangan diartikan sebagai aksi borong parpol untuk pilkada.
“Kami bicara soal kebersamaan Bahwa pemerintah harus didorong dan daerah dibangun bersama-sama dengan DPRD,” katanya.
Partai Golkar sendiri memiliki sembilan kursi di DPRD Kabupaten Serang. Sementara di DPRD, Partai Hanura yang memiliki satu kursi dan Partai Nasdem yang memiliki dua kursi, tergabung dalam Fraksi Golkar.
Sementara Ketua DPC PDIP Kabupaten Serang Madsuri mengatakan, setelah diterimanya semua formulir pendaftaran beserta dokumen para bakal calon tersebut, selanjutnya pihaknya akan melakukan verifikasi administrasi.
“Hasil verifikasinya kita ekspos Sabtu (21/9/2019). Keputusanya semua ada di DPP, semua memiliki peluang yang sama untuk didukung,” bebernya.(muh)













