BARCELONA – Slogan This is Anfield di kandang Liverpool memang bukan gimmick belaka. Buat Pep Guardiola, hal itu menggambar betapa mengerikannya stadion berkapasitas 54 ribu penonton tersebut.
Anfield sebagai salah satu stadion bersejarah di Eropa sudah menelurkan banyak pemain bintang serta trofi demi trofi untuk empunya, The Reds. Di sanalah cerita-cerita indah diukir untuk membuat pendengarnya terbuai sekaligus merinding.
Tak sedikit Si Merah melakoni laga-laga dramatis sekaligus menegangkan di Anfield. Di era Juergen Klopp pun demikian adanya. Bahkan pelatih asal Jerman mampu membuat Anfield menjadi menakutkan lagi setelah kehilangan magisnya di era Roy Hodgson dan Brendan Rodgers.
Tengok saja, Angsa Merah sudah dua tahun lebih tak terkalahkan di kandang pada ajang Premier League. Musim lalu, Anfield pun memainkan peran penting mengantarkan Liverpool menapaki final Liga Champions dan jadi juara.
Di mana ketika mereka melakoni partai comeback kontra Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions. Tertinggal 0-3 di leg pertama, tim menang 4-0 di leg kedua.
“Saya pikir mereka akan selalu mencetak gol di Anfield dan saya yakin para pemain tahu Anfield itu ya Anfield,” ujar Guardiola.
Jadi, lanjutnya, slogan ‘This is Anfield’ bukan slogan jualan semata. Ada sesuatu di dalamnya yang tidak bakal ditemui di stadion lain di dunia.
“Pemain The Reds bikin gol dan lima menit kemudian, lalu anda merasa bakal kebobolan empat gol lagi. Anda akan merasa ciut nyalinya dan lawan sepertinya mengintimidasi,” ungkapnya.
Juru taktik asal Spanyol sudah empat kali menyambangi Anfield selama menangani City, tiga kali di liga dan sekali di Liga Champions. Hasil terbaiknya adalah seri 0-0 musim lalu setelah selalu kalah, 0-1, 3-4, dan 0-3.
“Kita semua sudah tahu apa yang terjadi dengan Barca. Fans di sana menertawai saya ketika kami kalah 0-3 setelah 15-20 menit pertama di perempatfinal. Kandang yang menakutkan sekali,” pungkasnya.(detik.com)












