SERANG – Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, PT Gemilang Teknindo Semesta yang merupakan mitra UMKM Disperindagkop Kabupaten Serang membantu mengurangi jumlah penggangguran di daerahnya. Di mana menyerap puluhan tenaga kerja untuk produksi sarung tangan plastik.
Manajer Operasional PT Gemilang Teknindo Semesta, Samsul Maarif membenarkan hal tersebut. Kata dia, perusahan mereka ini sebenarnya sudah berdiri sejak lama. Sekitar 2005 lalu, namun pasang surut terjadi dan sempat berhenti di 2006 lantaran kerjasama dengan beberapa perusahaan dihentikan.
“Tapi, ketika pandemi virus corona terjadi tahun kemarin, ada permintaan untuk kembali membuat sarung tangan plastik. Ya kami kabulkan, lumayan bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat di permuhan Bumi Cikande Indah, Desa Cikande, Kecamatan Cikande di mana lokasi pabrik kami yang ala kadarnya berdiri,” papar Samsul.
Meski belum besar, diakuinya paling tidak bisa meringankan beban beberapa warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tempatnya bekerja sebelumnya akibat Covid-19.
Untuk perizinannya sendiri, ia menyampaikan semuanya lengkap. Dari izin usaha, produksi dan sebagainya. Apalagi, track record mereka sudah pernah jadi pemasok vendor-vendor besar seperti Darmaminfo, Kobayasi dan sebagainya.
“Pokoknya Insya Allah semuanya aman. Produk kami juga kan sudah go internasional. Karyawan pun merekrut sekitar 30 sampai 40-an warga sini dan produksi kami 2.000 pcs sarung tangan plastic setiap harinya yang dikirim ke Indonesia bagian timur,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala RT 03 RW 06 Bumi Cikande Indah, Adam Wijaya menjelaskan, sangat terbantu dengan keberadaan PT Gemilang Teknindo Semesta. Masyarakat sekitar jadi punya lapangan pekerjaan.
“Sangat terbantu sekali di tengah pandemi seperti sekarang. Banyak hal positif yang kita rasakan,” terangnya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Agus Wahyudiono mengatakan, UMKM seperti PT Gemilang Teknindo Semesta harus didukung dan disupport.
“Dengan tumbuhnya UMKM-UMKM di Kabupaten Serang khusus kan yg ada di dapil 2 Cikande ini, para pengusaha membantu atau pun mengurangi efek dari pengangguran. Saya ambil contoh kalau lah di desa Cikande ada dua UMKM bisa mempekerjakan 10 sampai 15 orang, maka bisa menekan pengangguran sampai 30 orang. Bila di kali jumlah desa ada 326, lumayan itu. Ribuan, jadi perlu di dukung,” tegasnya.
Bahkan bila terus berkembang, yang tadinya mikro jadi kecil, kecil menjadi menengah dan jadi besar, sehingga di masa yang akan datang bisa jadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak mereka.(muh)















