SERANG – Sebanyak 1.400 hektare sawah di Kabupaten Serang kini mendapat suplai air dengan baik. Hal ini terjadi setelah enam Daerah Irigasi (DI) berhasil direhabilitasi melalui program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, agenda IPDMIP merupakan strategi pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan jejaring irigasi di Kabupaten Serang yang berakhir tahun 2022. Namun manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat.
“Kita punya 262 DI dan enam DI direhabilitasi melalui program IPDMIP tersebut,” ujar Pandji pada acara pelaporan performa Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) di salah satu hotel di Anyer, Rabu (23/3/2022).
Ia menjelaskan, sebenarnya Kabupaten Serang menginginkan lebih banyak lagi DI yang diperbaiki melalui program IPDMIP. Tapi, sesuai ketentuan, hanya ada enam DI yang bisa dikerjakan. “Kan syarat bisa direhabilitasi itu irigasi yang mempunyai kemampuan untuk mengairi sawah di atas 200 hektare,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, anggaran untuk program IPDMIP kurang lebih senilai Rp 20,2 miliar yang dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pertanian (Distan) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Untuk Bappeda satu miliar rupiah, Distan tiga miliar rupiah dan DPUPR Rp 16 miliar. Jadi pakai APBD dulu terus direimburse ke pemerintah pusat,” tuturnya.
Kepala Bidang Irigasi DPUPR Kabupaten Serang, Nurlaelah merangkan, rancangan IPDMIP merupakan kegiatan pembenahan semua sektor dari mulai regulasi, kelembagaan petani sampai dengan rehabilitasi irigasinya. “Daerah yang direhabilitasi tadinya tidak berfungsi sama sekali, bahkan setelah direhabilitasi airnya bukan hanya untuk pertanian tapi juga dipakai untuk mandi,” ungkapnya.
Adapun enam DI yang direhabilitasi yaitu di antaranya DI Cikaduen di Kecamatan Kramatwatu, DI Cinenteun dan DI Cikurai di Kecamatan Cinangka, DI Kadu Cawit di Kecamatan Pabuaran, DI Talagalaksa di Kecamatan Padarincang. “Total sawah yang terairi dari enam DI ini sekitar 1.400 hektare,” pungkasnya.(muh)